Tentang La Tahzan


Allah SWT berfirman:
"Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah tertutup, sehingga mereka tidak memahami (kebahagiaan beriman dan berjihad)." (QS. At-Taubah : 87)

Ada dua nikmat yang sering membuat manusia lalai, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. Tanpa disadari, dari begitu banyak nikmat yang hari ini Allah hadirkan kepada manusia, nyatanya masih saja kita menyia-nyiakannya. Tiga potensi yang Allah berikan, yaitu ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah tak boleh sedikitpun kita kendorkan. Karena bisa jadi, sekali saja kita menganggurkan ketiga potensi tersebut, itu akan menjadi kebiasaan. Ingat, tipu daya syaithan itu amat dahsyat.
Yuk, yang ruhiyah/fikriyah/jasadiyahnya lagi kendor, termasuk saya juga, kita kencengin lagi. Karena, kalau kita nggak disibukkan dg hal2 kebaikan, udah pasti kita akan disibukkan dg hal2 keburukan.

Allah SWT berfirman:
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5-6)

Untuk kita, terutama saya, yg masih kerap kali khawatir terhadap duniawi, sesungguhnya Allah telah mengatur dg seindah dan sebaik2nya. Dalam Al-Insyirah, hingga 2x Allah berkata, setelah kesulitan ada kemudahan. Itu menjadi bukti untuk meyakinkan kita, bahwa Allah selalu ada dimanapun kita berada. Maka jgn pernah gusar dan risau, karena Allah Maha Tahu, Allah selalu bersama para pejuang2nya, yg senantiasa berjuang di jalan Allah.

Sampaikan kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya dari puncak-puncak gunung dan dasar-dasar lembah. Kabarkan juga kepada orang yang dilanda kesusahan bahwa, pertolongan akan datang secepat kelebatan cahaya dan kedipan mata. Kabarkan juga kepada orang yang ditindas bahwa kelembutan dan dekapan hangat akan segera tiba.

Allah tak akan mencabut sesuatu dari hambaNya, kecuali Dia akan menggantinya dengan lebih baik. Cukuplah kita percaya, bahwa segala yg kita miliki hingg hari ini adalah titipan Allah. Maka sewaktu-waktu, sang empunya akan mengambilnya, namun Ia akan menitipkan kembali dg sesuatu yg lebih baik. Maka, bagi manusia yg sabar, alangkah indahnya, ia akan mendapat tempat yang indah setelah kesabarannya itu.

Wahai orang-orang yang tertimpa musibah, sesungguhnya tak ada
sesuatu pun yang hilang dari kalian. Kalian justru beruntung, karena Allah
selalu menurunkan sesuatu kepada para hamba-Nya dengan "surat ketetapan" yang di sela-sela huruf kalimatnya terdapat suatu kelembutan, empati, pahala, ada balasan, dan juga pilihan. Maka dari itu, siapa saja
yang tertimpa musibah yang hebat, ia harus menghadapinya dengan sabar, mata yang jernih dan pola pikir yang panjang. Dengan begitu, ia akan menyaksikan bahwa buah manis dari musibah itu adalah Firdauslah tempatnya.

Allah SWT berfirman:
"(sambil mengucapkan), Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu." (QS. Ar-Ra'd : 24)

Cukuplah sabar menjadi kuncinya, bagi pejuang2 yang terkurung karena kebenaran.
Karena para "mereka" telah ketakutan akan suara2 kebenaran.

Dan, sepagi ini masih #DaruratDemokrasi

Jakarta, 30 Oktober 2017
1:20 pm.

Komentar