Kepada Para Pemuda



Sejak dulu hingga sekarang, pemuda adalah pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
 
Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dana amal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. (Imam Hasan Al-Banna)
Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.
Jika melihat hal-hal diatas, maka pemuda memilikki amanah yang sangat berat, yang saat ini berada dipundaknya. Perbanyak amal, menjadi teladan, bisa menentukan sikap yang bijak, serta mau berkembang untuk menjadi pencerah umat saat ini dan masa mendatang.

Sifat pemuda dibentuk melalui dua hal, pertama pemuda yang dibentuk dari lingkungan/negara yang aman, kaya dan makmur rakyatnya, tak ada perdebatan dan perselisihan. Maka pemuda yang berada pada situasi seperti ini akan menjadi pemuda yang individual, yang hanya memikirkan kesenangan pribadinya. Kedua, pemuda yang dibentuk dari negara yang mempunyai banyak problematika, rakyat-rakyat miskin yang ditindas, pemimpin negara yang otoriter. Maka pemuda yang berada pada situasi seperti ini akan menjadi pemuda yang lebih banyak berbuat dan memikirkan orang lain ketimbang dirinya sendiri. sehingga berbanggalah para pemuda yang berada pada situasi kedua. Karena itu akan menjadi ladang amal dan pahala untuknya. Semoga Allah meridhai...

Ancaman yang berbahaya bagi bangsa yang mau bangkit adalah munculnya berbagai perbedaan dalam strategi dan sarana berjuang, berbagai manhaj, dan tidak sedikit orang yang berambisi untuk menjadi penguasa. Sebagai pemuda, maka kita harus bisa menyerukan kebaikan, sebuah fikrah yang benar. Fikrah yang bisa menyelamatkan dunia dan membimbing manusia ke jalan yang lurus. Fikrah yang memang  pantas untuk berkorban jiwa dan harta, fikrah itu ialah Islam.
Namun telah datang suatu masa dimana Islam akan dirobohkan, cahaya Islam dipadamkan, kemuliannya disembunyikan, para pengikutnya disesatkan. Kewajiban kita sebagai seorang aktivis adalah menyampaikan kepada manusia tentang batas-batas Islam secara jelas dan sempurna, tanpa dikurangi dan ditambahi.

Dunia ini sedang dilanda oleh ketidakbenaran. Semua sistem telah gagal melakukan perbaikan. Maka satu-satunya jalan keluar dari permasalahan ini ialah Islam. Maka pemuda, perbaharui iman dan majulah dengan nama Allah.

Salah apabila ada yang beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin itu tidak peduli terhadap kenegaraan dan nasionalisme. Justru kaum muslimin ini sangat peduli terhadap bangsanya, juga pada negara Islam lain. Bedanya dengan para pejuang murni nasionalisme adalah mereka hanya memperjuangkan negaranya sendiri.

Hari ini kita dihadapkan oleh berbagai hal yang akan menenggelamkan Islam. Munculnya berbagai paham dan seruannya, pemimpin yang tak paham Islam, budaya barat yang telah menghancurkan adab-adab Islam. Kita tidak boleh tinggal diam, kita harus berani menghadapi mereka. Meyakinkan kepada bangsa-bangsa di dunia terhadap nilai Islam.
Iman dan jihad adalah bekal kami.

Meyakini bahwa dakwah tidak akan menang kecuali dengan jihad, kesungguhan dan pengorbanan jiwa raga. Serta pertolongan dari Allah lah yang kami percaya adanya.
Wahai pemuda !

Perbaiki dakwahmu kepada mereka, bersungguhlah dalam melakukan penjagaan dan pembinaan, ajarkan kemandirian jiwa hati dan jihad. Bersabarlah dalam berdakwah, tak mudah memang. Namun, tidak lama lagi akan muncul seorang pemimpin Islam yang siap berjuang dan menciptakan kebahagiaan untuk orang lain.

Barang siapa bergabung bersama kami hari ini, ia telah beruntung sebagai pendahulu. Dan barang siapa masih enggan bersama kami hati ini, padahal ia seorang yang berhati ikhlas, ia akan bersama kami esok hati. Yang lebih dahulu tentu lebih utama. Sedangkan barangsiapa yang berpaling dari dakwah kami, baik karena tidak punya perhatian, atau karena sombong, atau karena meremehkan, atau karena tidak yakin dengan kemenangannya, maka hari-hari mendatang akan membuktikan bahwa dirinya salah besar, dan Allah swt. akan melempar kebatilannya dengan kebenaran kami lalu Dia hancurkan kebatilan itu dan lenyaplah akhirnya. (Imam Hasan Al-Banna)
"Dan sesungguhnya, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu ikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah agar kamu bertaqwa," (Al-Anam: 153)

Komentar