Peran Pemuda
dalam Membangun Bangsa
"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya
akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan
dunia". (Bung Karno)
Itulah pandangan Bung Karno terhadap
pemuda, begitu hebat dan kuat. Di tangan pemuda lah perubahan itu ada.
Pemuda, yang terlintas dipikiran saya
ketika mendengar kata pemuda adalah semangat, idealisme, perjuangan, tangguh,
dan religius. Definisi pemuda sendiri adalah mereka yang sedang menjalani
transisi dari masa kanak-kanak menuju periode ketika mereka dituntut untuk
menjadi lebih mandiri dan independen. (UNESCO)
Mereka yang dicap pemuda adalah fisik
(raga) dan jiwanya yang selalu bersemangat dan totalitas dalam melaksanakan
segala hal. Semangat inilah yang membuat mereka (pemuda) selalu totalitas dalam
melaksanakan peran mereka. Apa peran pemuda itu? Tentu bagi para mahasiswa yang
juga disebut-sebut sebagai pemuda sudah mengerti apa perannya sebagai
mahasiswa. Agent of Change, Iron Stock, Social Control, dan Moral Force adalah
empat peran mahasiswa yang harus dilaksanakan.
1. Agent of Change, bahwa mahasiswa
berperan sebagai agen perubahan. Mahasiswa dituntut untuk bisa merubah
lingkungannya menjadi lebih baik. Tentu disini mahasiswa dituntut untuk peka
terhadap lingkungan sekitarnya.
2. Iron Stock, bahwa mahasiswa adalah
generasi penerus bangsa, mahasiswa yang mempunyai semangat dan jiwa muda
haruslah menggantikan mereka yang sudah berusia lanjut untuk meneruskan estafet
perjuangan guna kemajuan bangsa Indonesia.
3. Social Control, bahwa mahasiswa
sebagai pengontrol sosial. Disini mahasiswa dituntut untuk mempunyai jiwa
sosial yang tinggi dan bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Sehingga
mahasiswa harus memiliki public speaking yang baik.
4. Moral Force, bahwa mahasiswa harus
memiliki moral yang baik. Bangsa ini tak akan pernah maju jikalau para pemuda
Indonesia merupakam generasi yang tidak bermoral.
Dari keempat peran mahasiswa tersebut,
satu dengan lainnya saling berkesinambungan. Empat peran tersebut merupakan
salah satu hal yang membuat jiwa mahasiswa selalu berkobar, semangat yang
mendarah daging, idealisme yang selalu melekat pada diri mahasiswa.
Hidup Mahasiswa ! Hidup Rakyat Indonesia
!
Sebuah penguat, penyemangat dan pembakar
yang ampuh bagi para mahasiswa. Mengapa Hidup Mahasiswa selalu berdampingan
dengan Hidup Rakyat Indonesia ? Ya karena sejatinya dibalik teriakan mahasiswa
itu selalu ada tangisan rakyat-rakyat tertindas yang perlu diperjuangkan.
Mereka yang disebut pemuda atau mahasiswa rela turun ke jalan untuk memperjuangkan
hak-hak rakyat. Tak peduli cemoohan mereka yang tak suka dengan gerakan
mahasiswa, selama masih ada gubuk-gubuk tangis di Indonesia, maka pergerakan
itu tak akan pernah berhenti. Teringat tahun 1998 dimana mahasiswa yang
bergerak membawa perubahan pada Indonesia. Siapa yang berani ? Siapa yang
bergerak ? Siapa yang berani bergerak ? jawabannya hanya ada 1 kata, MAHASISWA.
Ada 1 hal lagi yang tak boleh
ditinggalkan dalam diri mahasiswa, adalah religius. Ibarat kepercayaan atau
agama adalah poros, dasar, tiang yang harus ada dalam setiap diri pemuda
(mahasiswa). Gerakan apapun yang dilakukan oleh mahasiswa, maka dasar agama itu
harus selalu dibawa. Teringat kembali ketika Bung Tomo membakar semangat
arek-arek Surabaya yang pada saat itu hanya bersenjatakan bambu runcing,
melawan penjajah yang lengkap dengan persenjataan yang sudah modern, Allahu
Akbar ! Maka semesta mendengar bahwa perjuangan itu kembali bergerak. Pada
akhirnya, pejuang-pejuang besar yang bersenjata kecillah yang berjaya yang
merdeka. Walaupun banyak yang gugur, namun inilah hasilnya yang kita rasakan
sekarang. Apakah perubahan itu akan terlahir kembali ? Jawabannya hanya ada
pada diri pemuda itu. Bergerak atau Tergantikan.
Begitu banyak peran mahasiswa dalam
membangun bangsa. Tak mudah memang, namun dengan semangat, idealisme, religius,
dan rasa persatuan yang kuat maka saya yakin perubahan besar dalam hal
pembangunan bangsa ada pada diri mereka, pemuda Indonesia yang ingin melihat
rakyat dan negaranya hidup damai dan tentram.
HIDUP MAHASISWA !
HIDUP RAKYAT INDONESIA !
Dinda
Marta Astari/Teknik Elektro/2015/Universitas Negeri Jakarta
#SAC2016
#GreenForceUNJ
#BEMUNJ
Komentar
Posting Komentar