RANGKUMAN
ANTARA PEMIMPIN DAN YANG DIPIMPIN
Oleh : Syaikh
Mushthafa Masyhur
Setiap muslim wajib berjuang dijalan
Allah, berkorban untuk menegakkan agama Allah. Semata-mata berjuang hanya untuk
Allah, bukan untuk kepentingan pribadi. Sehingga setiap muslim tidak boleh
lemah karena Allah selalu menolong umatnya yang berjuang dijalanNya.
Setiap muslim yang mempunyai
kedudukan atau jabatan bukan merupakan sebuah kebanggaan untuk kemudian
disombongkan, karena kedudukan atau jabatan itu adalah sebuah amanah yang
nantinya akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah. Dalam menjalankan
amanahnya seorang muslim harus mempunyai dasar aqidah yang kuat, taat
beribadah, berakhlak mulia, bijak, cerdas, disiplin, dan taat kepada Allah.
Hal-hal yang membantu terlaksananya
tugas pemimpin antara lain, ikhlas, jujur, dan taat kepada Allah, mempunyai
visi misi yang matang, rela berkorban dan berjuang, menjalin ukhuwah diantara
pengurus, memiliki rasa tanggung jawab yang besar, mampu menyiapkan kader
penerus, serta meminta pertolongan hanya kepada Allah.
Sifat dan akhlak yang harus dimiliki
setiap pemimpin sudah tertulis dalam Al-Qur’an antara lain, menjalankan tugas
ikhlas karena Allah, berwawasan luas, bijak, cerdas, berpengalaman, berakhlak
mulia, shidiq, ramah, bersahabat, sabar, menepati janji, adil, jujur,
sederhana, berlapangdada.
Dalam tabiat gerakan dan medannya,
pemimpin harus memperhatikan hal-hal berikut, taat agar berdirinya jamaah, memperhatikan
aktivitas politik, memperhatikan sikap jamaah lainnya, perjuangan dalam bentuk
jihad dan menerapkan semua ketentuan Allah disegala aspek kehidupan, mendidik
kepribadian pemuda muslim, bersunggung-sungguh dalam mewariskan dakwah kepada
generasi mendatang.
Dalam menjalankan dakwah, seorang
pemimpin harus memperhatikan hal-hal berikut agar dakwah dapat berjalan lebih
baik, memiliki kekuatan untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, tepat
dalam memilih petugas yang mampu mengerjakan tugasnya, melindungi jamaah agar
tidak terjadi perpecahan/permusuhan, dapat memanjemen waktu seefektif mungkin,
bisa mengembangkan dan meningkatkan cara kerja, tidak boleh membanggakan
kemampuannya.
Demi kelancaran dakwah, pemimpin dan
anggota harus bisa berhubungan baik antara lain dengan cara, tidak boleh saling
berburuk sangka, melakukan rapat antara pemimpin dengan anggota, saling
menyemangati dalam bekerja, pembagian tugas yang merata, semua anggota bekerja
semata-mata hanya untuk Allah, pemimpin memperhatikan setiap pekerjaan anggota
dan menegurnya bila melakukan kesalahan, selalu bermusyawarah, selalu meminta
saran/ide anggota demi kelancaran dakwah.
Menjadi seorang aktivis adalah baik,
namun ada syaratnya, yaitu, memahami komitmennya terhadap Islam, harus
mengetahui bahwa menegakkan dakwa adalah kewajiban setiap muslim, dalam memilih
harus benar-benar merupakan pilihan dari hati sendiri bukan merupakan paksaan
atau sekedar ikut-ikutan, meyakini bahwa ada kebaikan yang begitu luar biasa
dalam bergabungnya memperjuangkan Islam.
Beberapa keharusan dan perilaku
anggota yang harus ditegakkan antara lain, harus mengetahui secara mendalam
segala ketentuan jamaah, menyerahkan hidup hanya untuk Allah dan berjuang
menegakkan agama Allah, harus berani berdiri di barisan jihad fisabililah,
melaksanakan setiap perintah pemimpin, memiliki rasa cinta terhadap sesama
saudara, menjauhi cara-cara politik yang bertentangan dengan adab Islam,
memperbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan, mampu
memanajemen waktu, disiplin, mampu berusaha, waspada terhadap godaan duniawi,
menjauhi rasa pesimistis.
Adab pergaulan antara pemimpin dan
anggota, antara lain, saling menghormati dan menghargai, sopan dalam berbicara
antara pemimpin dan anggotanya, saling mempercayai dan berbaik sangka, saling
menasehati, saling mencintai dan bersaudara karena persaudaraan karena Allah
merupakan asas Amal Jama’i . Mempererat hubungan antara pemimpin dan anggota
dengan cara saling bertukar pendapat.
Seorang pemimpin tidak selamanya
menjadi pemimpin, begitu pula anggota tidak selamanya menjadi anggota. Anggota
harus menyiapkan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin suatu saat. Jika ada
pemimpin yang harus diturunkan jabatannya menjadi anggota, maka tidak boleh ada
rasa kesal, jengkel, dendam, amarah, namun harus diterima dengan ikhlas dan
lapang dada, karena mungkin ia belum bisa menjadi pemimpin yang baik.
Pemimpin dan anggota harus tunduk
dan patuh terhadap semua ketentuan Allah, tidak boleh ada keraguan dan
kesombongan. Karena dengan patuh kepada Allah semua permasalahan akan bisa
terselesaikan.
Pemimpin dan anggota harus
mengetahui dan mengkaji gerakan-gerakan Islam di masa lalu dan masa sekarang.
Dengan mengkajinya maka akan tahu mana gerakan-gerakan Islam yang tidak sesuai
dengan Islam bahkan gerakan yang justru malah merusak Islam. Dengan ini maka
akan tahu mana lawan dan mana kawan, selanjutnya adalah menentukan sikap
terhadap gerakan-gerakan tersebut.
Sistem dan peraturan sangat penting
demi kelancaran dakwah yaitu sistem dan peraturan dijadikan sebagai alat untuk
menyusun dan mengatur kerja, untuk kelengkapan dan kelancaran di setiap kegiatan,
untuk menyelesaikan masalah dan perselisihan pendapat, peraturan dan sistem
harus juga menentukan cara memilih anggota disetiap departemen, peraturan dan
sistem harus dibuat secara luwes agar dapat mempermudah pekerjaan setiap
anggota, peraturan dan sistem juga harus dapat menentukan cara pengambilan
keputusan.
Pertemuan antara pemimpin dan
anggota haruslah dikendalikan. Jika pengendalian lemah maka akan terjadi
perselisihan anggota jamaah. Sehingga perlu diadakan pertemuan untuk membahas
pengendalian tersebut, agar mendapat kebaikan disetiap pertemuan. Pertemuan
diawali dengan dzikir, dakwah merupakan ibadah kepada Allah, mempersiakan segala sesuatu secara matang,
menentukan waktu dan tempat pertemuan secara jelas, setiap anggota harus
bersungguh-sungguh dalam pertemuan, pemimpin harus bisa menjaga waktu
pertemuan, bijak, dapat mengarahkan ide-ide pembahasan pertemuan, harus bisa
menerapkan adab berbicara dengan orang banyak, menjalankan musyawarah dengan
serius namun tidak terlalu tegang, keputusan diambil dari persetujuan bersama,
membacakan doa penutup majelis, dan membacakan kembali hasil pertemuan.
Komentar
Posting Komentar