Mentoring : Lingkaran Cinta Penuh Ilmu
Mentoring merupakan suatu sarana
kerohanian Islam, dimana didalamnya terdapat mentor dan mentee untuk melakukan
kegiatan proses belajar, membentuk karakter dan kepribadian Islami. Disini
mentor membimbing dan mengarahkan para menteenya untuk menjadi pribadi yang
berilmu dan mentor bisa mengontrol perkembangan menteenya. Mentoring ini biasa
dilakukan 1 minggu sekali selama 1 atau 2 jam.
Mentoring sangat diperlukan bagi
mahasiswa yang baru memasuki dunia kampus, dunia bebas dimana mahasiswa bebas
melakukan apapun di kampus. Tak sedikit mahasiswa yang berperilaku negatif,
yang tidak patut dicontoh. Disini mentoring sangat berperan penting, tentunya
dengan mentor-mentor yang sudah memiliki banyak ilmu. Di kegiatan mentoring
inilah, mentor menasihati para menteenya agar tidak terbawa oleh pergaulan
bebas yang bisa saja menyesatkan, mentoring juga mengajarkan untuk setiap
muslim taat beribadah, mendekatkan diri kepada Allah, dan memberikan pemahaman
yang mendalam tentang Islam.
Mentoring ini sangat menarik, karena
mentoring bersifat santai, fun, tidak membosankan, nyaman, bisa dijadikan
sarana refreshing karena penatnya kuliah, sarana untuk sharing antara mentor
dengan mentee seputar perkuliahan. Ditengah penat dan jenuh dengan tugas kuliah,
mentoring bisa dijadikan wadah untuk berbagi cerita antara mentee dan mentor,
dan mentor bisa memberikan solusi untuk permasalahan yang dialami
mentee-menteenya. Mentoring bisa dikatakan sebagai lingkaran cinta, lingkaran
ilmu, atau lingkaran nasihat, karena didalamnya terdapat cinta, ilmu dan
nasihat-menasihati antar mentor dan mentee.
Allah
berfirman dalam surat Al-‘Ashr ayat 1-3 tentang pentingnya mentoring, yang
artinya “ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Komentar
Posting Komentar